Kertas Putih yang Silau

Pernah dengar istilah, “penonton itu lebih jago dari pemainnya!

Sadarkan kalau itu istilah ejekan? Betul sekali! Kadang manusia itu senangnya mengkritik kerja orang lain. Padahal, belum tentu yang mengkritik itu mampu melakukan sebaik yang dikritik ketika diberi pekerjaan yang sama.

Baiknya, jika kita ingin mengkritik orang lain minimalnya sertakanlah solusi, sehingga benar-benar akan menjadi kritikan yang cerdas dan membangun!

Oleh karena itu, mari kita ubah frase yang sering kita ucapkan, “Mari menuntut ilmu …” dengan “Mari memberi ilmu …”

Arggg, tapi pusing juga ya kalau dikritik terus? Ga usah ambil pusing, karena di dunia ini, perjalanan tidak selalu lurus, ada belokan, ada tanjakan, ada turunan, ada lubang, ada duri di jalan.

So, tetaplah semangat! Karena jika kita merasa ada satu orang yang memusuhi kita, masih ada ratusan teman yang mendukung kita di belakang sana.

Intinya, otak manusia itu cenderung melihat sesuatu dari sudut pandang yang sempit, makanya kita mudah untuk berpikir negatif daripada berpikir positif. Mau contoh?

Oke, saya mengajak Anda untuk bersimulasi. Ikuti langkah yang saya instruksikan,

1. Bayangkan ketika saya mengambil sebuah kertas putih, dan saya menunjukkan kertas putih tersebut ke depan mata Anda. Apa yang Anda lihat? (jawab dalam hati)

2. Lalu saya menggambarkan sebuah titik dengan spidol hitam tepat di tengah-tengah kertas tersebut. Sekarang apa yang Anda lihat di kertas tersebut? (jawab dalam hati)

Apakah jawaban Anda? Simulasi tersebut sering kali dilakukan banyak orang dan kebanyakan orang akan menjawab pertanyaan nomor 2 (dua) dengan jawaban “titik hitam“.

Well, tidak ada yang salah dengan jawaban tersebut. Namun, pelajaran yang dapat diambil dari simulasi tersebut adalah bahwa ketika manusia mendapati kejadian, pengalaman, kesan, atau hal-hal yang tidak mengenakkan, maka manusia akan cenderung mengingat hal-hal tersebut, sehingga potensi besar yang diibaratkan sisa bagian putih dari kertas tersebut tidak dapat mereka lihat. Saya menamakan sisi putih tersebut dengan “shiny spot“, karena saking silaunya maka kebanyakan manusia tidak mudah untuk melihatnya.

Intinya, setiap manusia seharusnya tidak perlu khawatir dengan hal buruk yang menimpa mereka karena hal tersebut hanyalah sebagian keci dari bagian lain yang mungkin tersembunyi banyak kebahagiaan dalam hidup mereka.

So, tetap optimis menjalani hidup, bahwa “PERJALANAN HIDUP INI MASIH PANJANG”

Written by Saminsons

About Saminson

Samin is my father, and I am proud of that!
This entry was posted in Headline, Motivations, Stories. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s